Sabtu, 21 Mei 2016

tes

hgyfcf fcfycyfc yfc vhg
ctrfcv\
yufuv jhc
hvgcgvjg
fdrydryc
gftyddd
gctc

Jumat, 14 Mei 2010

Tentang Mozaik Yang Tercipta di Bali


Pre Departure Orientation. Begitu nama kegiatannya. Entah bagaimana mengartikannya kedalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Intinya, di sini kami dikumpulkan mulai dari Aceh hingga Papua lalu diberi berbagai macam bekal agar kami mengetahui banyak hal tentang Amerika dan tentunya agar kami tak mengalami culture shock yang berlebihan jika nantinya tiba di negeri bernama Amerika.

Kegiatan ini pula yang akhirnya mempertemukan kami. Para peserta CCIP yang selama ini hanya berkenalan melalui dunia maya. Maka saat inilah kami mampu melihat lebih dekat dan berbicara langsung tampa perlu bantuan koneksi internet serta tuts tuts keyboard computer lagi.

Sesungguhnya banyak hal dan pengalaman berharga yang kudapatkan dan mereka dapatkan. Bagiku, tinggal di hotel berbintang serta merasakan mandi di dalam bath up dalah hal pertama dalam hidupku. Sedang bagi kami, disini kami menyadari betapa indahnya suatu kebersamaan, Bahwa kami memiliki mimpi yang sama, dan betapa banyak hal yang perlu kami persiapkan sebelum menginjakkan kaki di negeri orang.

Dan tentunya, tentang usaha agar kami nantinya bisa menjadi the next Anies Baswedan. Salah satu alumni Fulbright yang terpilih menjadi satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi Majalah Foresight.Dimana beliau disejajarkan dengan Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin serta Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Aku jadi teringat ucapan pak Anies, “You are the brightest of the brightest”. And I am gonna make it true sir.

Sayangnya, aku harus gigit jari dan banyak kehilangan momen dikarenakan tak memiliki kamera. Iri rasanya melihat teman-teman yang lain yang bisa memiliki banyak foto. Jadi iri rasanya gak memiliki kamera.

Satu hal yang pasti, it must be a great moment for us. Hari-hari yang akan kami kenang sepanjang hidup kami. Bukan hanya aku pastinya. Namun juga semua anak-anak peserta CCIP tahun ini. Seperti lagunya Project Pop. Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini.

Inilah sebuah mozaik dalam hidup kami. Sebuah mozaik yang tercipta dari rangkain momen dalam hidup ini. Sebuah mozaik kehidupan yang tercipta di Bali. Mozaik tentang kita dan PDO kita. Tentang bikini, tentang Jony, tentang Hawaii, tentang apapun itu di hati. Ingatlah hari ini.

See ya’ll guys in USA!!!!!

Selasa, 11 Mei 2010

Bali, Aquí Estoy

Siapa yang tidak kenal Bali. Kemasyhuran pulau ini bahkan telah lama terdengar di luar negeri. Bahkan, saking terkenalnya, Bali bahkan lebih terkenal dari negerinya sendiri, Indonesia. Maka jangan heran jika suatu saat kamu bertemu seseorang yang mengaku tak pernah ke Indonesia, namun pernah menghabiskan waktu hingga sebulan di pulau Bali.

Dan akhirnya, di umurku yang ke 22 ini, sampai jualah aku di pulau ini. Pulau yang selalu disebut sebagai Hawaii nya Indonesia. Dan bohong jika kemudian kutakan kalau pulau ini tak indah.

Satu hal yang unik di sini. Akan sangat mudah bagi kita untuk menemukan wisatawan mancanegara. Mulai dari yang anak muda hingga yang sudah tua. Mulai dari yang berbikini di pantai hingga yang berbikini di jalan raya. Intinya, tinggal di Bali, feels like in other country.

Meski hanya menghabiskan waktu di Sanur, Denpasar. Namun waktu yang singkat itu telah menunjukkan kepadaku uniknya Bali. Perpaduan antara nilai tradisi bali dan cara hidup ala Barat. Bali es bella, very unique and beautiful.

Satu saat nanti aku akan kembali.

Senin, 10 Mei 2010

On a Jet Plane to Bali Island

Well, this is the third times aku akhirnya bisa naik pesawat. Dua lainnya beberapa bulan yang lalau saat menuju ke Jakarta dan sekembalinya dari sana. Jadi gak heran kalau perasaan deg degannya gak lagi seperti waktu pertama dulu. Gak musti ada perasaan canggung lagi. Gak perlu lagi ada senyum cengar cengir kegirangan. Rasanya, betul-betul udah seperti berkali-kali naik pesawat. Dasar.

Good pointnya. Aku akhirnya dapat kesempatan duduk di samping jendela. And really, it’s a great view outside there. Didukung oleh cucaca yang sanagt mendukung. Aku akhirnya bisa puas menyaksikannya indahnya dunia dari atas. Betul-betul. Tak kan ada yang mampu menyaingi kekuasaan Tuhan.

Another good point, pesawat ini membawa kami ke Bali. Por primera vez en mi vida, estaré en la isla de Bali. Gracias a Dios. Usted me da esta gran oportunidad. Bali...I am coming.

Untuk sementara, setidaknya bisa menghilangkan segala rasa takut dan dan kegalauan yang ada dalam diri. Semoga.

Di atas pesawat yang membawaku dari Makassar menuju Denpasar, Bali

Rabu, 05 Mei 2010

Asa Itu Masih Ada

Dalam keadaan putus asa, kuputuskan untuk mengirimkan e-mail kepada pihak penyelenggara beasiswa. Dalam hal ini Mbak Adeline. Kuceritakan semua masalahku kepadanya. Termasuk ketakutanku jika nantinya tidak lulus program ini. Dan betapa senangnya saat aku menerima balasan email darinya.

Dear Syamsul,

Apa yang anda lakukan sekarang yaitu mendapatkan perawatan dari dokter adalah hal yang terbaik yang dapat anda lakukan. Demikian juga dengan menjaga kondisi anda sebaik-baiknya. Anda boleh menyerahkan hasil medical checkup anda pada saat PDO nanti kemudian menyusulkan hasil pengobatan TB anda kalau sudah waktunya. Saya akan mengkonsultasikan masalah ini pada pihak Amerika. Apabila nanti pada saat anda berangkat, anda masih dalam perawatan, tergantung dari keputusan pihak sponsor Amerika apakah anda boleh mengikuti program sambil berobat jalan dengan resep dari dokter anda atau anda harus mengambil perawatan di Amerika dengan asuransi tambahan. Sebaiknya kita tunggu saja hasil perawatan yang sedang anda jalani sekarang.

Salam, Adeline

Bukan hanya lewat e-mail Ibu Adel bahkan menelpon saya. Tersirat dari jawabannya bahwa kesempatan itu tetap terbuka buatku. Kepastian ke Bali pun menjadi sangat jelas.

Ucapan terima kasihku pun tak lupa kupersembahkan buat dia. Dia yang kuanggap kekasih dan selalu mensupportku meski hubungan kami dalam masalah.

Dan ternyata, Asa itu masih ada.

Sabtu, 01 Mei 2010

God, I Need Miracle

Fonis dokter membuatku betul-betul hopeless. I’m totally down, down, down. Baru kemrain rasanya senang-senang karena dapat info kelulusan. Gak nyangka sekarang dapat info yang kayak gini.

Dan demi menjaga asa untuk tetap lolos, aku berobat ke dokter spesialis. Saking semangantnya ngasih obat. Sang dokter ngasih obatnya kebanyakan. Sangat banyak malah. Bukan cuman itu, aku jadi sangat aktif minum kelapa muda. Macam wanita hamil yang minum kelapa muda biar bisa dapet anak yang kulitnya putih.

Aku juga harus merasakan anehnya obat traditional. Meminum minuman yang dibuat dari akar dan batang-batang pohon. Plus meminum obat-obatan herbal yang jadi mual kalau ingat harganya.

To be honest. Aku betul-betul takut. Takut gak lolos program ini. Apalagi jika mengingat persoalan kesehatan adalah masalah sensitif di negerinya Obama.

Kalau sudah begini. Satu-satunya tempat yang tepat untuk mengadu hanyalah Tuhan. Dios, esto es tan difícil para mí. Necesito milagro. God, I need miracle.

Rabu, 28 April 2010

Shit, I Got TB

Mungkin gara-gara keseringan mengucapkan shit setiap disuntik, hasil check up kesehatan aku menunjukkan kalau aku menderita penyakit TB.

Terang aja aku panik. Apalagi selama ini aku merasa baik-baik aja. Dan untuk memastikannya, akupun segera menghadap si dokter spesial paru-paru. And it’s really holy shit. Soalnya, setali tiga uang, sang dokternya pun mengatakan hal yang sama. Aku menderita old active TB. Yang artinya, aku ternyata udah lama mengidap TB. Gila….

Bahkan sang dokter pun kebingungan. Apalagi fisik aku baik-baik aja plus aku bukan perokok. Namun pas sang dokternya nanyain soal keluar malam. Aku angkat tangan. Bukan hanya keluar malam. Aku bahkan sering olahraga malam. Soalnya pertandingan basket di Makassar diadakannya malam hari.

Untuk sejenak aku jadi teringat teman-teman se tim basketku. Semoga saja mereka gak mengidap penyakit yang sama denganku gara-gara ngikut pertandingan basket malam-malam yang ujung-ujungnya selalu kalah. Ups

Selasa, 27 April 2010

Aku Minum Aku Pipis, Aku Disuntik Aku Meringis

Medical Check up atau yang bahasa Indonesianya adalah cek kesehatan adalah hal wajib yang harus dan kudu musti dilakukan setelah pengumuman keluusan itu diterima. Ada banyak macam pemeriksaan serta beberapa macam vaksinasi yang harus dilaksanakan. Yang artinya adalah, aku harus bertemu dengan jarum-jarum suntik yang sesungguhnya aku sangat membencinya.

Pemeriksaan urine yang aku dan teman-teman lakukan justru terasa sedikit aneh. Itu karena demi mendapatkan urine yang jernih, kami harus meminum banyak air. So, wajar jika kemudian, gara-gara kebanyakan minum maka pipisnya gak mau berhenti. Jadi teringat kata pepatah. The more you drink. The more you urine.

Untuk suntiknya sendiri, entah berapa kali aku mendapatkannya. Beberapa suntikan di lengan, termasuk jarum yang ditusukkan saat pengambilan darah serta suntikan di bagian pantat yang sakitnya aku bawa hingga tiga hari. Untuk yang ini aku jadi teringat kata pepatah lagi. The more I get injected, The more I say Shit.

My Colorful Life

My Colorful Life